Saya mempunyai sahabat yang bernama
Kartika. Kami bersahabat sejak kami SMP. Dulu rumah kami berdekatan, tetapi
sekarang rumah kartika pindah. Kami selalu main bersama, kemana pun kami pergi
kita selalu bersama. Kartika orangnya baik, dia juga selalu mendengarkan
curhatan saya. Jika kita pergi rasanya bermain rasanya lupa waktu. Dia tempat
berbagi suka dan duka. Tertawa bersama dan jika sedih pun bersama-sama, saling
mengerti satu sama lain jika saya kesulitan dia membantu saya begitu juga
sebaliknya. Saya senang bisa mempunyai sahabat yang seperti dia. Walaupun
sekarang dia sibuk dengan kegiatannya, tetapi komunikasi kita tetap terjalin.
Saya juga mempunyai sahabat di kampus, mereka bernama vero dan devi. Mereka
sudah saya anggap keluarga sendiri, mereka sangat baik dan perhatiaan. Jika
saya sakit dia yang membantu dan merawat saya. Saya sangat bersyukur mempunyai
sahabat seperti mereka. Tidak ada kecanggungan dan malu jika bersama mereka,
jika yang satu tertawa dan senang maka semuanya akan senang juga. Kami sering
pergi bersama ke pantai, air terjun, dan kadang nonton bersama-sama. Jika di
dekat meraka, saya merasa menjadi diri sendiri. Saling mengisi satu sama lain,
jika saya sedang sedih mereka selalu menghibur. Kami selalu melakukan banyak
hal yang membuat kami senang dan bertukar cerita satu sama lain. Persahabatan yang
seperti ini yang akan membuat kangen dimasa nanti jika kita sudah lulus dari
kuliah dan jika sudah tua nanti. Semoga persahabatan kita akan tetap terjaga
sampai tua nanti. Saya bersyukur dan beruntung mempunyai sahabat seperti
kalian.
My List
Kamis, 24 April 2014
Hobiku
Hobiku
Hobi saya berenang, traveling, dan
nonton. Saya suka berenang karena berenang membuat sehat dan bisa membuat hati
saya merasa senang. Selain itu teman-teman saya pun suka sekali berenang,
dengan berenang bersama teman-teman saya, saya merasa bahagia. Tidak hanya
berenang yang saya sukai, saya juga suka traveling. Dengan traveling saya jadi
mengetahui tempat-tempat bagus dan indah. Seperti pantai, air terjun, gunung
dan lainnya. Karena dengan traveling saya bersama teman saya bisa melepaskan
penat dengan melihat keindahannya. Tetapi yang sangat saya sukai pergi ke
pantai, karena suasana pantai membuat hati saya tenang dengan deburan ombak dan
ditambah lagi jika sore datang sunsetnya indah. Menurut saya dengan dengan
traveling kemanapun akan menyenangkan dan mengasikan. Dipantai tidak hanya
berenang yang saya lakukan, saya bisa melakakukan kegiatan lainnya seperti
snorkeling. Dengan datang kepantai dan saya saya melakukan snorkeling saya bisa
melihat terumbu karang yang sangat indah dan berbagai macam ikan yang ada
dilaut. Kegiatan seperti ini akan menjadi ilmu pengetahuan juga yang sebelumnya
kita tidak tahu akan menjadi tahu. Seperti minggu terakhir kemarin saya
melakukan perjalanan ke banten, disana saya pergi ke pantai yang bernama
pantai tanjung lesung, saya takjub dan terkejut melihat pantai yang begitu bagus yang berwarna biru. Pemandangan disana sangat indah dan benar-benar membuat hati saya merasa
senang dan membuat pikiran saya tenang.
Aku Adalah Diriku
Nama saya Lois Enike atau biasa
dipanggil dengan sebutan ois, tapi ada juga yang suka manggil lois. saya lahir
di Jakarta. Kalau orang yang belum melihat atau belum mengenal saya atau hanya mendengar
nama saja semua orang pasti mengira saya laki-laki loh haha.. padahal saya seorang
perempuan. Saya seorang muslim, Cuma namanya
ya.. agak asing kalau untuk orang Indonesia. namanya pemberian dari orang tua
ya disyukurin.
Saya terlahir dari anak ketiga dari
empat bersaudara, saya mempunyai dua
kakak yang pertama bernama rina dan kakak kedua bernama abi dan mempunyai satu adik perempuan yang bernama stevani.
Tempat tinggal saya dari dulu sampai sekarang di bogor tepatnya di cinangneng. Saya
mempunyai ibu yang sangat amat baik dan pengertian, aku bersyukur mempunyai ibu
seperti beliau. Tapi sekarang saya merasa keluarga saya kurang lengkap, ya.. 4
tahun yang lalu papah saya meninggalkan kita semua. Rasanya kebahagian itu
lenyap ketika papah sudah tiada. Beruntung kalian yang masih mempunyai kedua
orang tua yang lengkap, sayangilah mereka selagi masih ada. Ya.. sekarang saya tidak mempunyai papah
tetapi setidaknya saya bersyukur masih mempunya ibu yang amat luar biasa
menyayangi anak-anaknya dan saya juga masih mempunyai orang-orang yang
menyayangi saya.
Saya sekolah dasar di SDN Leuweung Kolot 2 Bogor ,
SMP saya di SMPN 1 Cibubungbulang Bogor dan
SMA saya yaitu di SMK Taruna Andigha Bogor. Sekarang saya kuliah di
salah satu universitas yang berada di depok, yaitu universitas gunadarma. Disana
saya tinggal di salah satu kost-kostan yang berada di kelapa dua, depok. saya memutuskan kost ya karena tempat kuliah dengan
rumah saya cukup jauh harus naik angkot
berkali-kali dan harus naik kereta. Saya
mengambil fakultas ekonomi jurusan manajemen, karena menurut saya manejemen
masih ada kaitannya dengan jurusan yang saya pilih di SMK yaitu Administrasi
Perkantoran. Saya suka warna merah, suka minum jus dan hobi saya berenang dan menonton film dan mencoba hal yang dianggap
baru.
Rabu, 04 Desember 2013
Kelompok Referensi
Kelompok
referensi disebut juga sebagai acuan. Kelompok acuan memberikan standar (norma
atau nilai) yang dapat menjadi perspektif penentu mengenai bagaimana seseorang
berfikir atau berperilaku.Kelompok referensi merupakan sekelompok orang yang
secara nyata mempengaruhi perilaku seorang secara langsung atau tidak
langsung.Kelompok referensi ini berguna sebagai referensi seseorang dalam
pengambilan keputusandan sebagai dasar pembandingan bagi seseorang dalam
membentuk nilai dan sikap umum / khusus atau pedoman khusus bagi perilaku.
Tiga macam pengaruh kelompok acuan:
1. Pengaruh Normatif
Ketika seorang individu
memenuhi harapan kelompok untuk mendapatkan hadiah langsung atau menghindari
hukuman
2. Pengaruh Ekspresi Nilai
Ketika seorang individu kelompok menggunakan norma
dan nilai-nilai dianggap sebagai panduan bagi sikap mereka sendiri atau
nilai-nilai
3. Pengaruh Informasi
Perilaku dan pendapat kelompok referensi digunakan
sebagai berguna potongan informasi yang berpotensi.
Jenis – jenis kelompok referensi berdasarkan pengelompkannya yaitu :
1. Menurut intensitas interaksi dan kedekatannya
•
Kelompok primer
•
Kelompok sekunder
2. Menurut legalitas keberadaan
•
Kelompok formal
•
Kelompok informal
3. Menurut status keanggotaan dan pengaruh
•
Kelompok aspirasi
•
Kelompok disosiasi
•
Primary / secondary
•
Membership
Untuk dapat mempunyai pengaruh tersebut, kelompok
rujukan harus melakukan hal – hal berikut ini :
· Memberitahukan
atau mengusahakan agar orang menyadari adanya suatu produk / merk khusus,
· Memberikan
kesempatan pada individu untuk membandingkan pemikirannya sendiri dengan sikap
dan perilaku kelompok.
· Mempengaruhi
individu untuk mengambil sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma-norma
kelompok.
· Membenarkan
keputusan untuk memakai produk-produk yang sama dengan kelompok.
Kelompok referensi terdiri atas dua jenis, yaitu :
- Kelompok referensi normative
- Kelompok referensi komparatif
Untuk mendorong timbulnya conformity maka kelompok
referensi harus melakukan hal-hal sebagai berikut :
· Memberitahukan
atau mengusahakan agar orang menyadari adanya sesuatu produk menarik atau merek
yang khusus.
· Memberikan
kesempatan kepada individu untuk membandingkan pemikirannya sendiri dengan
sikap dan perilaku kelompok
· Mempengaruhi
individu untuk mengambil sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma-norma
kelompok.
· Membenarkan
keputusan untuk memakai produk-produk yang sama dengan kelompok.
Daya tarik kelompok rujukan dalam pemasaran melalui
:
- · Daya tarik selebriti
- · Daya tarik tenaga ahli
- · Daya tarik orang biasa
- · Daya tarik juru bicara eksekutif dan karyawan
- · Daya tarik kelompok rujukan lain
Kelas Sosial
DEFINISI
Kelas Sosial adalah penggolongan atau pengelompokan
sosial (stratifikasi sosial) yang biasanya dipakai untuk menunjukkan lapisan
sosial seseorang berdasarkan kriteria ekonomi (kekayaan, pendidikan, dan
pekerjaan).
· KLASIFIKASI
KELAS SOSIAL BERDASARKAN STATUS EKONOMI
- Berdasarkan
kepemilikan harta, pada umumnya masyarakat dapat dibedakan menjadi 3 kelas,
yaitu:
1) Kelas Atas
Terdiri dari kelompok orang-orang
kaya yang dengan leluasa dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan
secara berlebihan.
2) Kelas
Menengah
Terdiri dari kelompok orang-orang yang
berkecukupan, yang sudah dapat memenuhi kebutuhan pokok (primer).
3) Kelas Bawah
Terdiri dari kelompok orang-orang miskin yang masih
belum dapat memenuhi kebutuhan pokok (primer).
- Aristoteles
membagi masyarakat secara ekonomi menjadi 3 kelas (golongan), yaitu:
1) Golongan
Pertama (Golongan Sangat Kaya)
Merupakan golongan dengan jumlah yang terkecil
(sedikit) di dalam masyarakat. Golongan ini terdiri dari para pengusaha, tuan
tanah, dan bangsawan.
2) Golongan
Kedua (Golongan Kaya)
Merupakan golongan dengan jumlah yang cukup banyak
di dalam masyarakat. Golongan ini terdiri dari para pedagang, dsbnya.
3) Golongan
Ketiga (Golongan Miskin)
Merupakan golongan dengan jumlah terbanyak di dalam
masyarakat. Golongan ini terdiri dari rakyat-rakyat biasa.
· FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PENENTUAN KELAS SOSIAL
Menurut Engel, Blackwell dan miniard (1995)
mengemukakan pendapat Gilbert dan Kahl yang menyebutkan bahwa ada sembilan
variabel yang menentukan status atau kelas sosial seseorang, kesembilan
variabel tersebut digolongkan ke dalam 3 kategori, yaitu sebagai berikut :
1) Variabel
Ekonomi
a. Status
Pekerjaan
b. Pendapatan
c. Harta
benda
2) Variabel
Interaksi
a. Prestis
individu
b. Asosiasi
c. Sosialisasi
3) Variabel
Politik
a. Kekuasaan
b. Kesadaran Kelas
c. Mobilitas
· PENGUKURAN
KELAS SOSIAL
Meskipun banyak ahli setuju bahwa kelas sosial
adalah konsep yang valid dan berguna, tapi tidak ada pernyataan umum bagaimana
mengukurnya. Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial
tercakup dalam berbagai kategori berikut ini: ukuran subjektif, ukuran
reputasi, dan ukuran objektif dari kelas sosial.
1) Ukuran
Subyektif
Dalam pendekatan subyektif untuk menguukur kelas
sosial, para individu diminta untuk menaksir kedudukan kelas sosial mereka
masing-masing. Klasifikasi keanggotaan kelas sosial yang dihasilkan didasarkan
pada persepsi partisipan terhadap dirinya.
2) Ukuran
Reputasi
Pendekatan reputasi untuk mengukur kelas sosial
memerlukan informan mengnai masyarakat yang dipilih untuk membuat pertimbangan
awal mengenai keanggotaan kelas sosial orang lain dalam masyarakat.
3) Ukuran
Obyektif
Berbeda dari metode subjektif dan reputasi, yang
mengharuskan orang memimpikan kedudukan kelas mereka sendiri atau kedudukan
para anggotanya. Ukuran obyektif terdiri dari berbagai variabel demografis atau
sosioekonomis yang dipilih mengenai individu yang sedang dipelajari. Ukuran
obyektif kelas sosial terbagi menjadi dua kategori pokok yaitu indeks variabel
tunggal dan indeks variabel gabungan.
a. Indeks
Variabel Tunggal
Indeks variabel tunggal hanya menggunakan satu
variabel sosial ekonomi untuk menilai keanggotaan kelas sosial. Beberapa
variabel digunakan untuk tujuan sebagai berikut:
1. Pekerjaan
Merupakan ukuran sosial yang diterima secara luas
dan mungkin merupakan ukuran kelas sosial terbaik yang dapat didokumentasikan
karena menggambarkan status yang berhubungan dengan pekerjaan.
2. Pendidikan
Tingkat pendidikan formal seseorang merupakan
perkiraan lain bagi kedudukan kelas sosial yang umum diterima. Semakin tinggi
pendidikan seseorang maka semakin besar kemungkinan orang tersebut memiliki
penghasilan yang tinggi dan juga kedudukan yang dikagumi atau dihormati.
b. Indeks
Variabel Gabungan
Indeks gabungan secara sistematis menggabungkan
sejumlah faktor sosial ekonomi untuk membentuk satu ukuran kedudukan kelas
sosial yang menyeluruh. Indeks ini sangat menarik untuk diteliti karena dapat
menggambarkan dengan lebih baik, kompleknya kelas sosial dibandingkan indeks
variabel tunggal.
Dua indeks gabungan yang paling penting adalah:
1. Indeks
Karakteristik Status
Ukuran gabungan kelas sosial yang klasik adalah
Warner’s Index of Status Characteristics (ISC). ISC merupakan ukuran tertimbang
dari berbagai variabel sosial ekonomi pekerjaan, penghasilan (jumlah
penghasilan), model rumah dan daerah tempat tinggal (kualitas lingkungan)
2. Skor Status
Sosial Skonomi
Sosioeconomic Status Score (SES) menggabungkan tiga
variabel pekerjaan, penghasilan keluarga dan tingkat pendidikan. SES ini
dikembangkan oleh United States Bureau of The Census
Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan
disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau
mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.
Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur"
dalam bahasa Indonesia.
Definisi
Budaya
Budaya adalah
suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari
banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian
tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya
diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang
berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari.
Budaya
adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan
luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur
sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa
alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari
budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat
rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung
pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu
mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti
"individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu
dengan alam" di Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.
Citra
budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan
pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan
nilai logis yang dapat dipinjam
anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan
pertalian dengan hidup mereka.
Dengan
demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk
mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku
orang lain.
Herskovits
memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke
generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut
Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma
sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius,
dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut
Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di
dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota
masyarakat.
Menurut
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya,
rasa, dan cipta masyarakat.
Dari
berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan
adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem
ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan
perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai
makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata,
misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,
religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia
dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Komponen
Berdasarkan wujudnya tersebut,
Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli antropologi
Cateora, yaitu :
- Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret.
Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan
dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan
seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi,
pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin
cuci.
- Kebudayaan nonmaterial
- Lembaga social
- Sistem kepercayaan
Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau
keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada
dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan,
bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan
cara bagaimana berkomunikasi.
· Estetika
Berhubungan dengan seni dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama dan tari –tarian, yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.
Berhubungan dengan seni dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama dan tari –tarian, yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.
Bahasa
Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.
Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.
Sikap (Attitude)
Bagaimana
kita suka / tidak suka terhadap sesuatu dan pada akhirnya menentukan perilaku kita.
Sikap:
- suka
mendekat, mencari tahu, bergabung
-
tidak suka menghindar, menjauhi
Pembentukan Sikap
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pembentukan sikap:
1. Pengalaman pribadi
Dasar
pembentukan sikap: pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan yang kuat
Sikap mudah terbentuk
jika melibatkan faktor emosional
2. Kebudayaan
· Pembentukan sikap
tergantung pada kebudayaan tempat individu tersebut dibesarkan
· Contoh pada sikap orang
kota dan orang desa terhadap kebebasan dalam pergaulan
3.
Orang lain yang dianggap penting (Significant Otjhers)
· yaitu: orang-orang yang
kita harapkan persetujuannya bagi setiap gerak tingkah laku dan opini kita,
orang yang tidak ingin dikecewakan, dan yang berarti khusus
· Misalnya: orangtua,
pacar, suami/isteri, teman dekat, guru, pemimpin
· Umumnya individu
tersebut akan memiliki sikap yang searah (konformis) dengan orang yang dianggap
penting.
4.
Media massa
· Media massa berupa
media cetak dan elektronik
· Dalam penyampaian
pesan, media massa membawa pesan-pesan sugestif yang dapat mempengaruhi opini
kita
· Jika pesan sugestif
yang disampaikan cukup kuat, maka akan memberi dasar afektif dalam menilai
sesuatu hal hingga membentuk sikap tertentu
5.
Institusi / Lembaga Pendidikan dan Agama
· Institusi yang
berfungsi meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu
· Pemahaman baik dan
buruk, salah atau benar, yang menentukan sistem kepercayaan seseorang hingga
ikut berperan dalam menentukan sikap seseorang
6.
Faktor Emosional
· Suatu sikap yang
dilandasi oleh emosi yang fungsinya sebagai semacam penyaluran frustrasi atau
pengalihan bentuk mekanisime pertahanan ego.
· Dapat bersifat
sementara ataupun menetap (persisten/tahan lama)
· Contoh: Prasangka
(sikap tidak toleran, tidak fair)
Teori
Tentang Sikap
1.
Teori Keseimbangan
-
Fokus: upaya individu untuk tetap konsisten dalam beersikap dalam hidup
-
Teori keseimbangan dalam bentuk sederhana:
-
Melibatkan hubungan-hubungan antara seseorang dengan dua objek sikap. Ketiga
elemen tersebut dihubungkan dengan:
#
Sikap favorable (baik, suka, positif)
#
Sikap unfavorable (buruk, tidak suka, negatif)
-
Pembentukan sikap tersebut dapat dapat seimbang atau tidak seimbang
2.
Teori Konsistensi Kognitif-Afektif
-
Fokus: bagaimana seseorang berusaha membuat kognisi mereka konsisten dengan
afeksinya
-
Penilaian seseorang terhadap suatu kejadian akan mempengaruhi keyakinannya.
-
Contoh: tidak jadi makan di restoran X karena temannya bilang bahwa restoran
tersebut tidak halal padahal dia belum pernah makan disana
3.
Teori Ketidaksesuaian (Dissonance Theory)
-
Fokus: individu; menyelaraskan elemen-elemen kognisi, pemikiran atau struktur
(Konsonansi : selaras).
- Disonansi
: ketidakseimbangan, yaitu pikiran yang amat menekan dan memotivasi seseorang
untuk memperbaikinya.
-
Terdapat dua elemen kognitif; dimana disonansi terjadi jika kedua elemen tidak
cocok sehingga menggangu logika dan pengharapan
-
Misalnya: ”Merokok membahayakan kesehatan” konsonansi dengan ”saya tidak
merokok”; tetapi disonansi dengan ”perokok”.
- Cara
mengurangi Disonansi:
a.
Merubah salah satu elemen kognitif, yaitu dengan mengubah sikap agar sesuai
dengan perilakunya. Misalnya : stop merokok
b.
Menambahkan satu elemen kognitif baru. Misalnya: tidak percaya rokok merusak
kesehatan
4.
Teori Atribusi
-
Fokus: individu mengetahui akan sikapnya dengan mengambil kesimpulan dari
perilakunya sendiri dan persepsinya tentang situasi.
-
Implikasinya adalah perubahan perilaku yang dilakukan seseorang menimbulkan
kesimpulan pada orang tersebut bahwa sikapnya telah berubah.
-
Contoh: memasak setiap ada kesempatan baru sadar kalau dirinya suka menyukai /
hobi memasak
Skala
Sikap
· Yaitu: kumpulan
pertanyaan mengenai objek sikap
· Mencoba memperoleh
pengukuran yang tepat tentang sikap seseorang
· Akurasi pengukuran
dilakukan dengan penggunaan beberapa item yang berkaitan dengan isyu yang sama
· Skala sikap melibatkan:
belief dan opini terhadap suatu objek
· Pertanyaan-pertanyaan
atau item yang membentuk skala sikap dikenal dengan statement (pernyataan yang
menyangkut objek psikologis).
Langganan:
Postingan (Atom)