My List

Rabu, 04 Desember 2013

Kepribadiaan


KEPRIBADIAN

Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.
Ciri-ciri kepribadian
Para ahli tampaknya masih sangat beragam dalam memberikan rumusan tentang kepribadian. Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya, akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap. Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Scheneider (1964) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan.
Sedangkan yang dimaksud dengan unik bahwa kualitas perilaku itu khas sehingga dapat dibedakan antara individu satu dengan individu lainnya. Keunikannya itu didukung oleh keadaan struktur psiko-fisiknya, misalnya konstitusi dan kondisi fisik, tampang, hormon, segi kognitif dan afektifnya yang saling berhubungan dan berpengaruh, sehingga menentukan kualitas tindakan atau perilaku individu yang bersangkutan dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Untuk menjelaskan tentang kepribadian individu, terdapat beberapa teori kepribadian yang sudah banyak dikenal, diantaranya : teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud, teori Analitik dari Carl Gustav Jung, teori Sosial Psikologis dari Adler, Fromm, Horney dan Sullivan, teori Personologi dari Murray, teori Medan dari Kurt Lewin, teori Psikologi Individual dari Allport, teori Stimulus-Respons dari Throndike, Hull, Watson, teori The Self dari Carl Rogers dan sebagainya. Sementara itu, Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan tentang aspek-aspek kepribadian, yang di dalamnya mencakup :
  • ·    Karakter yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
  • ·     Temperamen yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
  • ·      Sikap; sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen.
  • ·      Stabilitas emosi yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung, marah, sedih, atau putus asa
  • ·     Responsibilitas (tanggung jawab) adalah kesiapan untuk menerima risiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti mau menerima risiko secara wajar, cuci tangan, atau melarikan diri dari risiko yang dihadapi.
  • ·    Sosiabilitas yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Seperti : sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.

·        Setiap individu memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, mulai dari yang menunjukkan kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat. Dalam hal ini, Elizabeth (Syamsu Yusuf, 2003) mengemukakan ciri-ciri kepribadian yang sehat dan tidak sehat, sebagai berikut :
Kepribadian yang sehat
  1. ·    Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
  2. ·   Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.
  3. ·     Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap optimistik.
  4. ·  Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
  5. ·     Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
  6. ·   Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak)
  7. ·  Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.

·   Kepribadian yang tidak sehat
  • ·        Mudah marah (tersinggung)
  • ·        Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
  • ·        Sering merasa tertekan (stress atau depresi)
  • ·        Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang
  • ·        Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau   dihukum
  • ·        Kebiasaan berbohong
  • ·        Hiperaktif
  • ·        Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
  • ·        Senang mengkritik/mencemooh orang lain
  • ·        Sulit tidur

·     Sifat-sifat kepribadian
Berbagai penelitian awal mengenai struktur kepribadian berkisar di seputar upaya untuk mengidentifikasikan dan menamai karakteristik permanen yang menjelaskan perilaku individu seseorang.Karakteristik yang umumnya melekat dalam diri seorang individu adalah malu, agresif, patuh, malas, ambisius, setia, dan takut. Karakteristik-karakteristik tersebut jika ditunjukkan dalam berbagai situasi, disebut sifat-sifat kepribadian.Sifat kepribadian menjadi suatu hal yang mendapat perhatian cukup besar karena para peneliti telah lama meyakini bahwa sifat-sifat kepribadian dapat membantu proses seleksi karyawan, menyesuaikan bidang pekerjaan dengan individu, dan memandu keputusan pengembangan karier.

Senin, 02 Desember 2013

Status Sosial

Status sosial adalah suatu kedudukan sosial seseorang di masyarakat yang dapat diperoleh dengan sendirinya (otomatis) melalui usaha ataupun karena pemberian.
Interaksi sosial akan mendorong individu untuk dapat mencapai status sosial yang lebih tinggi. Status sosial yang lebih tinggi akan berpengaruh pula pada sikap dan rasa penghargaan yang tinggi dari masyarakat.

  •  Pendidikan


Pada zaman dahulu, tidak semua orang bisa mendapatkan pendidikan. Selain pendidikan hanya dikhususkan pada para bangsawan dan golongan ningrat, ilmu pengetahuan yang diberikan juga sangat terbatas. Bagi rakyat golongan menengah kebawah, mengenyam pendidikan merupakan sebuah mimpi yang sangat sulit untuk dicapai, dan meskipun mendapatkan kesempatan untuk ke bangku sekolah, pendidikan yang didapatkan hanyalah kelas rendah atau hanya sebatas sekolah dasar.

Pendidikan sendiri memiliki fungsi agar setiap individu memiliki pengetahuan yang cukup pada saat terjun ke dunia masyarakat.  Menurut David Popenoe, fungsi pendidikan memiliki tujuan utama sebagai berikut :
1. Sumber untuk perubahan atau inovasi social
2. Menjamin konsolidasi social
3. Memilih serta mengajarkan kontribusi social
4. Penyebaran Kebudayaan
5. Mengajarkan bentuk karakter

Hubungan mengenai Fungsi Pendidikan dan status social adalah dimana seseorang yang semakin tinggi menuntut ilmu akan semakin di hormati di kalangan masyarakat. Kita tidak bisa menutup mata soal ini, karena  di  mata masyarakat, seseorang dengan ilmu pengetahuan yang tinggi secara otomatis akan lebih dihargai kedudukannya dan lebih diperhatikan statusnya , hal ini karena hanya orang-orang dengan kemampuan intelektual yang tinggi saja yang bisa diterima dan mampu untuk menjalankan suatu posisi dimana tingkat kesulitan yang dihadapi jauh lebih tinggi sehingga tidak semua masyarakat mampu menempati posisi yang dibutuhkan, contohnya seperti professor, dokter, guru dsb. Berdasar dari kenyataan inilah, maka masyarakat zaman dahulu memiliki motivasi pendidikan sebagai alat atau sarana untuk meningkatkan status social.

Namun pada era yang sudah modern dimana pendidikan bisa dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat, maka fungsi pendidikan yang juga untuk meningkatkan status social mengalami penurunan persepsi. Hal ini juga dipicu karena semakin mudahnya mendapatkan pelayanan pendidikan dan banyaknya sumber informasi pengetahuan yang bisa diakses melalui internet, serta semakin majunya teknologi yang mengakibatkan meski tidak semua masyarakat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, namun mereka juga memiliki pengetahuan yang tidak kalah luasnya dengan seseorang yang sudah menempuh pendidikan tinggi.
Memang tidak semua pengetahuan sangat spesifik seperti yang didapat dalam perguruan tinggi, namun informasi yang mereka peroleh jauh lebih universal serta tidak pernah ketinggalan jaman.

  • Sosial Budaya Mempengaruhi Kesehatan

1.    Aspek sosial  mempengaruhi perilaku/ status kesehatan
Aspek sosial yang akan mempengaruhi perilaku masyarakat dalam bidang kesehatan diantaranya adalah :

a.    Pengaruh self Concept  terhadap perilaku
Self Concept  ditentukan oleh tingkatan kepuasan yang dirasakan
  oleh diri sendiri terutama bagaimana  cara individu itu dapat merefleksikan kepuasannya kepada orang lain. Apabila orang lain  merasakan kepuasan yang kita berikan direspon sebagai hal yang positif maka orang lain akan merasakan kepuasan yang yang sama. Tetapi sebaliknya apabila kepuasan yang kita berikan direspon negatif oleh masyarakat maka dalam jangka waktu lama masyarakat akan merasa tidak puas. Kondisi semacam ini kita harus melakukan promosi bagai mana tingkat kepuasan yang kita terima akan direspon positip bagi orang lain . Misal : apabila kita merasa puas dengan sistem kartu gosok pendaftaran, sedangkan orang lain merasa lebih repot, maka Rumah Sakit harus melakukan upaya penjelasan sistem tersebut justru akan lebih memudahkan. Self Contact  adalah hal yang penting dalam upaya kesehatan, karena akan mempengaruhi perilaku masyarakat
b.    Pengaruh Image kelompok terhadap perilaku kesehatan
Image  perorangan akan sangat dipengaruhi oleh image  kelompok
Sebagai contoh seorang guru apabila sakit akan berobat ke dokter, sedangkan bapak petani apabila sakit pergi ke dukun, maka akan berpengaruh pada keluarga petani juga akan berobat ke dukun, walaupun sekolah menganjurkan ke Puskesmas
Image masyarakat bahwa patah tulang harus disembuhkan pada dukun sangkal putungmaka apabila ada keluarga kita patah tulang akan dibawa ke sangkal putung bukan ke dokter orthopedi
c.    Pengaruh Indentifikasi Individu dalam kelompok terhadap perilaku kesehatan
Beberapa indentitas sosial yang mempengaruhi status kesehatan diantaranya : (1) Umur, (2) Jenis kelamin, (3) Pekerjaan, (4) Sosial ekonomiĆ  dalam segi epidemiologi faktor individu sangat berpengaruh dalam status kesehatan disamping, lingkungan dan agent.
Indentifikasi tersebut akan mempengaruhi dalam pembentukan kelompok sosial dan cara aktifitasnya, dimana kelompok sosial kemudian membentuk budaya/ perilaku kelompok.
Contoh : Perilaku anak muda yang merokok dimulai dari individu dalam kelompok, Kelompok kerja dengan debu akan merangsang orang lain pakai masker dll. Perilaku kelompok suatu desa lebih senang BAB disungai ternyata ketika mereka BAB di sungai terbiasa terjadi transaksi pekerjaan, perjodohan dll, sehingga walaupun dibuatkan tempat BAB yang baik mereka tetap akan kembali disungai
2.    Aspek budaya yang mempengaruhi Perilaku/ status kesehatan
G.M. Foster (1973 ) mengatakan ada beberapa aspek budaya yang mempengaruhi kesehatan seseorang diantaranya :
a.    Tradisi terhadap Perilaku kesehatan
Banyak tradisi yang mempengaruhi perilaku kesehatan dan status kesehatan misalnya tradisi merokok bagi orang laki2 maka kebanyakan laki2 lebih banyak yang menderita penyakit paru dibanding wanita.
Tradisi wanita habis melahirkan tidak boleh makan ikan karena ASI akan berbahu amis, sehingga ibu nifas akan pantang makan ikan
b.    Pengaruh sikap fatalistis terhadap perilaku/status kesehatan
Sikap fatalistis arti sikap tentang kejadian kematian dari masyarakat
Misalnya di Pedesaan para ibu2 yang bayinya mati itu artinya nanti sebagai anak  yang akan menjemput ibunya kelak naik surga, sehingga kematian bayi merupakan berkah Ilahi
Sikap fatalistis juga ditemukan orang Islam di pedesaan yang menganggap sakit adalah ujian dari Allah dan kematian adalah kehendak Allah dan tidak seorang pun yang berhak mencegah kematian hal ini akan mempengaruhi, sehingga sangat sulit menyadarkan masyarakat untuk melakukan pengobatan disaat sakit
c.    Pengaruh sikap ethnocentris terhadap perilaku kesehatan
Sikap ethnocentris yaitu sikap yang memandang bahwa budaya kelompok adalah yang paling baik. Misalnya : kebudayaan Islam tentang kebersihan adalah yang paling baik “anafadhotu minal iman “  sehingga mereka menganggap ambil air wudhu di kolam yang kerus dianggap bersih karena hukum fiqs adalah syah, kebersihan hanya dilihat dari terbebas dari najis, sehingga adanya kotoran manusia di kolam tetap dianggap air kolam adalah bersih Seorang perawat/ dokter menganggap dirinya yang paling tahu tentang kesehatan, sehingga merasa dirinya berperilaku bersih dan sehat sedangkan masyarakat tidak. Apabila air minum dihinggapi lalat, maka lalat harus ditenggelamkan dan air menjadi bersih sehingga boleh diminum
d.    Perasaan bangga pada statusnya
Sikap perasaan bangga atas perilakunya walaupun perilakunya tidak sesuai dengan konsep kesehatan. Misal : orang bangga kalau dapat makan dengan beras yang putih, makan lauk penuh dengan lemak seakan-akan sebagai lambang kemakmuran. Orang akan bangga apabila makan Burger dibanding makan ikan kutuk/ lele
e.    Pengaruh Norma terhadap perilaku kesehatan
Norma dalam masyarakat sangat mempengaruhi perilaku masyarakat dibidang kesehatan, karena norma yang mereka miliki diyakininya sebagai bentuk perilaku yang baik.  Misal ; adanya norma bahwa laki2 tidak boleh bersalaman dengan laki2 yang bukan mukrimnya, sehingga seorang wanita apabila periksa bagian tubuhnya harus dilakukan oleh dokter wanita, sampai pada pemberian alat KB IUD, suntik harus dilakukan oleh dokter wanita, bahkan untuk periksa wanita hamil harus oleh dokter wanita
f.     Pengaruh nilai terhadap perilaku kesehatan
Nilai dalam masyarakat akan mempengaruhi perilaku individu masyarakat, kerena apa tidak melakukan nilai maka diangga tidak berperilaku “ pamali” atau “ Saru “. Nilai yang ada dimasyarakat tidak semua mendukung perilaku sehat.
·         Nilai yang merugikan kesehatan Ć  arti anak yang banyak akan membawa rejeki sendiri sehingga tidak perlu lagi takut dengan anak banyak.
·         Nilai yang mendukung kesehatan Ć  tokoh masyarakat setiap tutur katanya harus wajib ditaati oleh kelompok masyarakat, hal ini tokoh masyarakat dapat di pakai untuk membantu sebagai key person dalam program kesehatan. RRT kalau punya anak lebih satu didenda
g.    Pengaruh budaya yang diajarkan sejak awal dalam menciptakan perilaku sehat
Budaya hidup bersih sebaiknya mulai diajarkan sejak awal/ anak-anak karena nantinya akan menjadi nilai/ norma masyarakat. Misalnya: anak harus mulai diajari sikat gigi , buang air besar di kakus, membuang sampah ditempat sampah, cara makan/ berpakaian yang baik  sejak awal, dan dilakukan terus- menerus akan menciptakan perilaku
h.    Pengaruh Inovasi kesehatan terhadap perilaku kesehatan
Tidak ada kehidupan sosial masyarakat tanpa perubahan, dan sesuatu perubahan selalu dinamis artinya  setiap perubahan akan diikuti perubahan kedua, ketiga dan seterusnya.
Artinya seorang petugas kesehatan kalau mau melakukan perubahan perilaku kesehatan harus mampu menjadi contoh dalam perilakukanya sehari-hari. Ada anggapan bahwa petugas kesehatan merupakan contoh rujukan perilaku hidup bersih sehat, bahkan diyakini  bahwa perilaku kesehatan yang baik adalah kepunyaan/ hanya petugas kesehatan yang benar.

  • Pendapatan


"Pendapatan" dapat didefinisikan sebagai upah, gaji, keuntungan, sewa, dan setiap aliran pendapatan yang diterima. Namun, cara lain untuk melihat generasi sumber penghasilan (pendapatan) adalah dalam bentuk kompensasi pekerja, jaminan sosial, uang pensiun, kepentingan atau dividen, royalti, piutang, tunjangan atau tunjangan lain dari pemerintah, masyarakat, atau bantuan keuangan keluarga. 

Keluarga dengan pendapatan yang lebih tinggi dan mengeluarkan uang dapat mengumpulkan kekayaan dan fokus pada pemenuhan kebutuhan mendesak, sambil dapat mengkonsumsi dan menikmati kemewahan dan krisis cuaca (Boushev, 2005).

Pendapatan akan mempengaruhi status sosial seseorang, terutama akan ditemui dalam masyarakat yang materialis dan tradisional yang menghargai status sosial ekonomi yang tinggi terhadap kekayaan.

Biro Pusat statistic merinci pendapatan dalam kategori sebagai berikut:
1) Pendapatan berupa uang adalah segala penghasilan berupa uang yang sifatnya regular dan diterima biasanya sebagai balas atau kontra prestasi, sumbernya berasal dari :
a) Gaji dan upah yang diterima dari gaji pokok, kerja sampingan, kerja lembur dan kerja kadang-kadang
b) Usaha sendiri yang meliputi hasil bersih dari usaha sendiri, komisi, penjualan dari kerajinan rumah.
c) Hasil investasi yakni pendapatan yang diperoleh dari hak milik tanah. Keuntungan serial yakni pendapatan yang diperoleh dari hak milik.
2) Pendapatan yang berupa barang yaitu : Pembayaran upah dan gaji yang ditentukan dalam beras, pengobatan, transportasi, perumahan dan rekreasi.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas Sundoyo Pitono mendefinisikan pendapatan adalah sebagai berikut :
“Seluruh penerimaan baik berupa uang ataupun barang baik dari piak lain maupun dari hasil sendiri, dengan jalan dinilai sejumlah atas harga yang berlaku saat ini” (Sundoyo Pitono, 1982 : 20)

Untuk menentukan besar kecilnya pendapatan jelas tidak bisa, hal ini perlu penyesuaian dengan perubahan harga yang terjadi. Untuk itu Pemerintah menetapkan Upah Minimum Regional (UMR) baru untuk Daerah Istimewa Yogyakarta ditetapkan sebesar Rp. 12.000,-per hari atau Rp.360.000,- per bulan untuk seorang pekerja atau karyawan.
Jadi seseorang yang bekerja dalam satu bulan berpendapatan minimal Rp. 360.000,- dan apabila suami isteri bekerja minimal Rp.720.000,- per bulan. Dari keterangan diatas dapat dikatakan bahwa pendapatan juga sangat berpengaruh terhadap tingkat ekonomi seseorang . Apabila seseorang mempunyai pendapatan yang tinggi, maka dapat dikatakan bahwa tingkat ekonominya tinggi juga. Disamping memiliki penghasilan pokok setiap Keluarga biasanya memiliki penghasilan lain yang meliputi penghasilan tambahan dan penghasilan insidentil.

Referensi:

Minggu, 17 November 2013

Gaya Hidup

Gaya hidup menurut Kotler (2002, p. 192) adalah pola hidup seseorang di dunia yang iekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia. Menurut Assael (1984, p. 252), gaya hidup adalah “A mode of living that is identified by how people spend their time (activities), what they consider important in their environment (interest), and what they think of themselves and the world around them (opinions)”.

Secara umum dapat diartikan sebagai suatu gaya hidup yang dikenali dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar (opini). Sedangkan menurut Minor dan Mowen (2002, p. 282), gaya hidup adalah menunjukkan bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana mengalokasikan waktu. Selain itu, gaya hidup menurut Suratno dan Rismiati (2001, p. 174) adalah pola hidup seseorang dalam dunia kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapat yang bersangkutan. Gaya hidup mencerminkan keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan lingkungan.
Dari berbagai di atas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapatnya dalam membelanjakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu. Faktor-faktor utama pembentuk gaya hidup dapat dibagi menjadi dua yaitu secara demografis dan psikografis. Faktor demografis misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, usia, tingkat penghasilan dan jenis kelamin, sedangkan faktor psikografis lebih kompleks karena indikator penyusunnya dari karakteristik konsumen.

  •  Gaya Hidup AIO (Activity, Interest, Opinion)

Psikografik (Psychographic) adalah ilmu tentang pengukuran dan pengelompokkan gaya hidup konsumen (Kotler, 2002, p. 193). Sedangkan psikografik menurut Sumarwan (2003, p. 58), adalah suatu instrumen untuk mengukur gaya hidup, yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar. Analisis psikografik biasanya dipakai untuk melihat segmen pasar. Analisis psikografik sering juga diartikan sebagai suatu riset konsumen yang menggambarkan segmen konsumen dalam hal kehidupan, pekerjaan dan aktivitas lainnya. Psikografik berarti menggambarkan (graph) psikologis konsumen (psyco).
Psikografik adalah pengukuran kuantitatifgaya hidup, kepribadian dan demografik konsumen. Psikografik sering diartikan sebagai pengukuran AIO (activity, interest, opinions), yaitu pengukuran kegiatan, minat dan pendapat konsumen. Psikografik memuat beberapa pernyataan yang menggambarkan kegiatan, minat dan pendapat konsumen. Pendekatan psikografik sering dipakai produsen dalam mempromosikan produknya, seperti yang dinyatakan oleh Kotler bahwa psikografik senantiasa menjadi metodologi yang valid dan bernilai bagi banyak pemasar (2002, p. 193). Solomon dalam Sumarwan (2003, p. 59) menjelaskan studi psikografik dalam beberapa bentuk seperti diuraikan berikut.
1. Profil gaya hidup (a lifestyle profile), yang menganalisis beberapa karakteristik yang membedakan antara pemakai dan bukan pemakai suatu produk.
2. Profil produk spesifik (a product-specific profile) yang mengidentifikasi kelompok sasaran kemudian membuat profil konsumen tersebut berdasarkan dimensi produk yang relevan.
3. Studi yang menggunakan kepribadian ciri sebagai faktor yang menjelaskan, menganalisis kaitan beberapa variabel dengan kepribadian ciri, misalnya kepribadian ciri yang mana yang sangat terkait dengan konsumen yang sangat memperhatikan masalah lingkungan.
4. Segmentasi gaya hidup (a general lifestyle segmentation), membuat pengelompokkan responden berdasarkan kesamaan preferensinya.
5. Segmentasi produk spesifik, adalah studi yang mengelompokkan konsumen berdasarkan kesamaan produk yang dikonsumsinya.


Orang-orang yang berasal dari sub-budaya, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama dapat memiliki gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. Pemasar mencari hubungan antara produknya dengan kelompok gaya hidup konsumen. Contohnya, perusahaan penghasil komputer mungkin menemukan bahwa sebagian besar pembeli komputer berorientasi pada pencapaian prestasi. Dengan demikian, pemasar dapat dengan lebih jelas mengarahkan mereknya ke gaya hidup orang yang berprestasi.

  1. Ceruk Pasar


Pengertian Ceruk Pasar

Ceruk pasar (Niche Market) dipahami sebagai segmen pasar yang spesifik, dengan kata lain kita memasarkan barang/jasa untuk di jual kepada sebuah golongan konsumen yang sudah kita tetapkan/menentukan target market dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan.

Di dalam niche market anda harus tahu segala sesuatu tentang produk yang akan dipasarkan, misalnya dengan melakukan riset. Anda harus tahu percis apa yang akan anda lakukan untuk sebuah produk sesuai dengan keunungan yang anda dapatkan. Lebih baik anda sudah pernah mencoba dan menggunakan produk yang akan anda pasarkan karena hal itu dapat membantu anda untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan dari produk tersebut. Salah satu keuntungan memilih niche market, anda hanya akan berfokus pada satu item produk yang anda pasarkan saja, sehingga anda akan lebih mudah untuk melayani pembeli.

2. Windows Shoping

Pengertian window shopping

Window shopping artinya melihat-lihat, baik melihat barang-barang yang di toko maupun ditempat lain.
Jalan-jalan di mall sambil melihat-lihat barang di balik etalase (window shopping) merupakan salah satu bentuk rekreasi. Orang yang melakukan cuci mata di pertokoan mungkin merasa senang hanya dengan membayangkan membeli barang-barang di balik etalase, atau menjadi tertarik untuk membelinya di kemudian hari.

3, Gaya Hidup Pergaulan Anak Muda 

Faktanya, zaman sekarang adalah zaman yang identik kecanggihan teknologi. Bahkan, terkadang ada sebagian orang yang hari-harinya selalu ditemani dengan teknologi. Di sisi lain, zaman sekarang juga identik dengan kehidupan atau gaya hidup anak muda seperti berikut:
  • Harus hang out. Saat ini, hang out dengan teman kampus, sekolah, atau kantor merupakan gaya hidup yang harus dilakukan, apalagi di kota-kota besar. Tak jarang sebagian orang yang berpendapat jika ia tidak hobi hang out, maka ia termasuk orang yang kurang pergaulan.
  • Punya jejaring sosial. Di sisi lain, sebagian anak muda berpendapat bukan anak gaul dan modern namanya kalau tidak memiliki jejaring sosial di zaman sekarang ini. Jejaring sosial yang sedang digandrungi oleh anak muda sekarang yakni Facebook, Twitter, Sobatme, dan lain sebagainya.
  • Pamer gadget. Tak jarang, sebagian anak muda yang saling berlomba untuk memiliki gadget keren nan canggih seperti Samsung Galaxy, Blackberry, Iphone, Ipad, dan lain sebagainya. Bahkan, mereka akan merasa jadul dan kuper jika tidak menggunakan gadget-gadget tersebut.
Sumber:


Proses Pembelian

 AIDA   

Dalam komunikasi pemasaran perlu dirumuskan tujuan yang ingin dicapai dari proses komunikasi pemasaran yang akan dilakukan. Setelah menentukan khalayak sasaran dengan persepsinya, pemasar harus memutuskan respon yang terjadi. Respon khalayak tersebut dapat berupa cognitive (tahap kesadaran), affective (tahap pengaruh), behavioral/conative (tahap tindakan pembelian).
Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) adalah salah satu model hirarki respon yang cukup popular bagi pemasar sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan pemasaran. Menurut model ini, alat promosi harus menarik perhatian, mendapatkan dan mendorong minat, membangkitkan keinginan, dan menghasilkan tindakan. Dalam membangun program komunikasi yang efektif, aspek terpenting adalah memahami proses terjadinya respon dari konsumen, misalnya dalam hal konsumen melakukan pembelian suatu produk, maka diperlukan pemahaman mengenai usaha promosi yang dapat mempengaruhi respon konsumen tersebut (Belch 1995:163 dalam Nurbenny 2005:38 )

Teori keputusan pembelian dalam model AIDA dijelaskan dalam empat tahap sebagai berikut:
  • Tahap Menaruh Perhatian (Attention)
  • Tahap Ketertarikan (Interest)
  • Tahap Berhasrat/Berniat (Desire)
  • Tahap Memutuskan untuk aksi beli (Action)

Teori AIDA (Tjetjep Djatnika,2007) yang mendalilkan bahwa pengambilan keputusan pembelian adalah suatu proses psikologis yang dilalui oleh Konsumen atau pembeli, prosesnya yang diawali dengan tahap menaruh perhatian (Attention) terhadap barang atau jasa yang kemudian jika berkesan dia akan melangkah ke tahap ketertarikan (Interest) untuk mengetahui lebih jauh tentang keistimewaan produk atau jasa tersebut yang jika intensitas ketertarikannya kuat berlanjut ke tahap berhasrat/berminat (Desire) karena barang atau jasa yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan-nya. Jika hasrat dan minatnya begitu kuat baik karena dorongan dari dalam atau rangsangan persuasif dari luar maka konsumen atau pembeli tersebut akan mengambil keputusan membeli (Action to buy) barang atau jasa yang di tawarkan.

IMPLUSE BUYING

Impulse buying adalah proses pembelian suatu barang, dimana sipembeli tidak mempunyai niatan untuk membeli sebelumnya.  Pembelian Tanpa rencana.  Ya ini adalah pembelian seketika.
Impluse buying terjadi karena beberapa faktor, seperti:

·         Yang pertama : dipengaruhi oleh Display / Penampakan / Merchandising / Signage.
Karena melihat sesuatu di dekat kasir,  maka si pembeli tiba-tiba teringat untuk membelinya juga.  Misalnya Permen, Koran, Coklat, Baterei, Majalah, dan sebagainya.  Biasanya barang-barang ini diletakkan di dekat check out counter – kasir.  Dan para Produsen itu ada yang rela membayar ”Placement Fee” tertentu untuk bisa meletakkan produk mereka didekat kasir.  Menjaring last minutes buyers tersebut.

·         Yang kedua : Karena Latah atau Ikut-ikutan
Melihat seorang Bapak yang keren dan modis mengambil deodoran A.  Maka dia ikutan untuk membeli deodoran tersebut.  Tertarik ingin seperti Bapak yang di lihat itu.  Padahal deodoran di rumahnya masih penuh, belum terpakai. Bisa juga karena melihat orang berkerumun dan berebutan membeli sekantong kelengkeng. maka dia cepat-cepat juga mengikuti dan pilah – pilih kelengkeng itu.  Padahal di rumah sudah ada buah satu kulkas penuh. 
·         Yang ketiga: Rayuan Promosi
Ini biasa dilakukan oleh Sales Promotion Gir l(SPG). Bisa juga karena ada iming-iming hadiah.  Misal mulanya dia nggak niat beli minuman kesehatan A, karena merasa belum perlu tetapi karena dirayu SPG yang cantik akhirnya jadi beli.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang membeli sesuatu diluar rencana, yaitu :
1. Hasrat untuk mencoba barang atau merk baru.
2. Pengaruh dari iklan yang ditonton sebelumnya.
3. Display dan kemasan produk yang menarik.
4. Bujukan Salesman atau Sales Promotion Girl.

Strategi produsen dalam menjaring impulse buying diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Komunikasi atau promosi harus mind catching, misalnya : menggunakan publik figur sebagai bintang iklan.
2. Distribusi : produk harus semudah mungkin diakses oleh konsumen, misalnya : meletakkan produk (permen,coklat,batu battery, dan produk low involvement lainnya) di kasir swalayan atau toko. 
3. Display produk yang menarik. Sebagian besar konsumen yangmelakukan impulse buying adalah wanita dan anak-anak. Dan mereka biasanya tertarik dengan kemasan produk yang menarik. Mengapa fokus pada anak anak ? 
Walaupun mereka bukan yang pegang uang, dan tidak memiliki purchasing power yang independen, namun anaka-anak merupakan influencer yang tinggi dalam memilih barang. Bayangkan bila si kecil tiba-tiba mogok didepan barang yang diinginkannya, tentu orang tua tidak punya pilihan lain selain mengabulkan permintaannya.
4. Produk yang inovatif : konsumen cenderung mencoba produk produk baru. Dan, bisanya produk yang hanya rata rata, memiliki potensi yang rendah dalam menarik impulse buying. Usahakan produk Anda seinovatif mungkin, baik dari kualitas maupun kemasannya.


Sumber :